Title : -
Genre : Friendship ig
Status : Still a draft
Notes : I wanted to explore "grieve" in this story, but also "Accepting".
Chapter 1 ig
"Menurutmu, dia bakal meninggal?"
Bumi terasa berhenti berputar ketika kalimat itu terucap. Angin pantai yang awalnya berhembus ikut berhenti ketika aku menghentikan langkah kaki ku. Hanya amarah yang bisa mengekspresikan perasaan ku ini.
"Gak." Ucapku sambil menggigit lidahku.
Gadis itu yang awalnya berjalan didepan pun menghentikan langkahnya ketika ia mendengar suaraku. Matanya menoleh ke diriku dengan kesal, seakan dia hanya ingin memulai argumen dengan seekor anjing.
"Tapi kan-"
"Hanya karena penyakitnya susah disembuhkan, bukan berarti Sarah bakal meninggal!” Aku tak bermaksud untuk mengeraskan suaraku, tapi aku tak akan menerima satupun kata yang keluar dari mulutnya. “Jangan berpikir yang terlalu negatif.”
"Maaf." Ucapnya. Wajahnya ditutupi oleh rambutnya yang terkibas oleh angin, membuatku tak bisa melihat ekspresinya dengan jelas, tapi aku yakin tak ada rasa penyesalan dalam omongannya itu.
Aku lanjut berjalan, mempercepat langkahku dan mendahului gadis itu yang masih melihat ke tanah. Kenapa dia sih yang ditugaskan untuk menjenguk Sarah. Satu-satunya alasan kenapa dia diangkat menjadi perangkat kelas adalah karena terjadi kekosongan kursi akibat Sarah harus masuk ke rumah sakit. Pokoknya Velvet kurang suka ama this girl. "Woi, kamu mau jenguk dia gak?" Teriakku dari seberang jalan.
“Ya.” Teriaknya.
Masuk rumah sakit, kok ada orang lain, ah bodo, wait… Loh dia kan si nolep yg gk pernah keluar rumah bzir. wow