Title : Let's Run Away For No Reason At All

Genre : Adventure, komedi, come of age (Man idk)

Status : Still a draft ig

Notes : I wrote this at 2 am, and i usually write with my native languange so sorry if you guys cant understand. Also the story is still short cuz im still thinking about the story. Also, there is a reason on why this girls run away from home

Chapter one

Aku dan sepedaku turun meluncur dengan bebas seperti sebuah roket, melewati setiap rumah-rumah dengan kecepatan melebihi cahaya dengan kemiringan jalan (something smart intinya like 34 derajat). Sayangnya, aku bukan pengemudi yang handal, justru aku tidak pernah menaiki sebuah sepeda sampai pada titik ini, dan upayaku untuk menghentikan kendaraan ini dengan teknologi bernama rem gagal sehingga aku harus menyatakan bahwa sepeda buntut yang sedang ku kendarai saat ini, sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

“Alex!! Awas jangan nabrak!!” Kalimat tersebut berasal dari temanku, nama. Temanku inilah yang mempunyai ide brilian untuk mendorong diriki, yang sama sekali tidak punya pengelaman menaiki sepeda, dari atas sana agar aku bisa mendapat MOMENTUM ketika menaiki sepeda berusia 3 tahun ini. Aku harus berterimakasih kepada temanku ini karena tanpanya, mungkin aku tidak akan terjebak pada situasi ini.

Dari kejauhan, mungkin sekitar 100 meter jauh, ada seorang anak laki-laki ingusan berusia sekitar 5-7 tahun yang berdiri di tengah jalan dan HANYA memperhatikan sebuah sepeda yang bergerak dengan kecepatan something smart menuju arahnya. ‘AWAS’ Teriakku sambil mengayunkan tanganku yang berusaha membuatnya pergi, tapi entah mengapa anak itu tidak berkutik sama sekali. Aku tidak ingin pengalaman belajar menaiki kendaraan dari neraka ini berakhir dengan korban jiwa, sehingga dengan sergap aku pun mengayungkan stir sepeda ini or whatever the fuck do u guys called it ke arah kiri, atau kanan bagi si bocil. Ayunan yang dilakukan secara mendadak ini membuat kendaraan jadul ini terpental jauh, melepaskan diriku yang sudah pasrah ini, dan terjatuh terguling-guling ke aspal yang mengeluarkan hawa panas, karena sekarang musim panas. Disaat itulah penglihatanku mulai samar, langit yang awalnya terik itu perlahan mulai gelap, aku sekarat? (make this more dramatic intinya)